experiences is the best teacher

"belajar dari pengalaman adalah senjata ampuh tuk hadapi dunia"

Kamis, 16 Juni 2011

Dirimu

selama perjalanan jam terbang saya sebagai seorang entertainer, ada banyak sekali orang yang saya temui. mulai dari penikmat sampai entertainer lain yang lebih handal dari saya. suatu hari saat saya di undang di sebuah acara di ibu kota untuk menghibur para tamu undangan, saya bertemu dengan seorang entertainer internasional yang wajahnya sudah tak asing lagi bagi saya. dia adalah Mark Nathan Sicher.

mark nathan sicher

saat saya turun dari panggung, dia menghampiri saya dan tersenyum. lalu dia pun berkata "you're a good entertainer! but, you gonna be better if you being your self. it's not about what are you or how you do that! but, it's about who are you. if you're your self, you'll be an unforgotable person!"
saya langsung merinding dan termenung mendengar kata-kata itu. itu bukan sekedar kalimat puitis penuh arti seperti yang sering kalian dengar di acara Hitam Putih. tapi itu merupakan teguran keras bagi para entertainer. orang-orang yang menikmati atau akan menikmati penampilan dan hiburan kalian tidaklah seutuhnya melihat dari apa yang kalian lakukan, apa profesi kalian, atau bagaimana kalian melakukannya. tapi mereka akan melihat siapa kalian. apakah kalian orang yang ramah? apakah kalian orang yang bisa selalu diingat? apakah kalian benar-benar seorang penghibur sejati? atau mungkin kalian hanyalah seorang penghibur amatiran yang hanya bisa berlindung di bawah nama populer seorang tokoh?
saya sangat mengidolakan seorang tokoh sulap ternama, yaitu DEMIAN ADITYA Sang ILLUSIONIST. sya sering kali mengikuti gaya bicara, berpakaian, bahkan bahasa tubuh dari Demian. namun sejak saya mendengar kata-kata dari Mark, saya akhirnya sadar bahwa yang selama ini di nikmati orang-orang dari penampilan saya adalah seorang Demian. bukan diri saya sendiri. jadi saya memutuskan untuk menjadi diri saya sendiri agar orang bisa selalu menikmati pertunjukan saya dan selalu mengingat saya yang telah menghibur mereka. jadi ingatlah, sebagai sang penghibur, kita bukan tidak boleh memiliki idola, namun kita tidak boleh benar-benar seutuhnya mengikuti sang idola itu. jadilah diri kalian sendiri dan banggalah atas diri kalian sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Colgate Coupons