experiences is the best teacher

"belajar dari pengalaman adalah senjata ampuh tuk hadapi dunia"

Jumat, 17 Juni 2011

Kesalahan yang disengaja

keselahan yang sudah direncanakan sebelumnya adalah senjata andalan saya untuk mendapatkan ekspresi penonton yang luar biasa.
saya telah mencoba mempelajari karakteristik berbagai macam penonton dalam berbagai keadaan. yang paling sering saya temukan adalah penonton yang "suka melihat orang lain gagal". atas dasar itulah saya mencoba untuk merencanakan sebuah kegagalan untuk membuat penonton memperhatikan saya. saat pononton melihat seorang entertainer melakukan kesalahan, maka mereka akan memperhatikannya dengan 2 alasan. alasan pertama, penontong ingin melihat bagaimana cara kita mengatasi masalah atau kesalahan tersebut. dan yang kedua adalah penonton ingin melihat reaksi dan mimik wajah kita jika kita melakukan kesalahan.
sayasudah sering dan hampir selalu merencanakan sebuah kesalahan dalam pertunjukkan saya... karena efek reaksi yang timbulkan ketika saya dapat mengatasi kesalahan saya bisa berkali-kali lipat lebih spektakuler dari penampilan-penampilan saya yang biasa.
suatu hari, saya mengisis acara di sebuah launching sepeda motor. dan permainan yang saya lakukan adalah "cellphone roulette". permainan ini menggunakan handphone penonton sebagai objectnya. hp penonton tersebut di masukkan ke dalam salah satu paper bag tanpa saya lihat di antara 4 paper bag yang lain. dan saya memukul paper bag tersebut dengan palu satu persatu. saat paperbag sudah tersisa 2, saya memukul paper bag yang salah. yaitu paperbag yang berisi handphone. tentu saja kesalahan itu sudah saya rencanakan sebelumnya. dan pebnontonpun mulai memperhatikan saya. semua mata fokus tertuju pada gerak-gerik saya. disini memang membutuhkan seni drama yang baik. saya beracting gugup dan ketakutan. tetapi saat saya membuka paper bag yang berisi handphone tersebut, isinya sudah tertukar dengan sebuah handphone mainan. dan penontonpun ternganga. saat perhatiajn penonton tertuju pada paperbag yang tersisa, saya membukanya dan ternyata kosong. lalu saya mengambil sebuah tisyu, dan membakarnya. dan, vuala! handphone penonton itupun muncul secara ajaib dari api yang berada di tangan saya. semua penonton bertepuk tangan, bahkan beberapa dari mereka mengepalkan tangannya ke udara seolah berteriak "bravo...bravo...".
tapi yang harus kalian ingat, kita tidak bisa menggunakan cara ini pada setiap orang. kita harus melihat kondisi dan situasi saat itu. sebaiknya kita menggunakan cara ini pada penonton dengan jumlah lebih dari 2 orang. karena jumlah penonton 2 orang atau 1 orang akan cendrung kecewa saat anda melakukan kesalahan dan langsung meninggalkan anda tanpa berkata-kata.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Colgate Coupons